Rabu, 22 April 2015

Cerpen Warga Sekitar



Kerusakan Hutan Tak Dapat Dihindari
Kerusakan hutan di Indonesia bertambah secara sangat cepat dan sulit di kendalikan. Berdasarkan data hasil penafsiran citra satelit tahun 2000 terdapat 101,73 juta hektar hutan dan lahan rusak, Bank Dunia menunjukan bahwa sejak tahu 1985-1997 Indonesia telah kehilangan hutan sekitar 1,5 juta hektar setiap tahun dan diperkirakan sekitar 20 juta hutan produksi yang tersisa. Penebangan liar merak terjadi karena meningkatnya kebutuhan kayu dipasar Internasional dan besarnya kebutuha kayu di pasar internasional dan besarnya kebutuhan kayu dalam negeri, kunsumsi masyaarakat lokal, dan lemahnya penegakan hokum.
Menurut data departemen kehutan tahun 2006, luas hutan yang rusak dan tidak dapat berfungsi optimal telah mencapai 59,6 juta hektar dari 120,35 juta hektar kawasan hutan di Indonesia, dengan laju penggundulan dalam lima tahun terakhir mencapi 2,83 juta hektar pertahun. Bila keadaan seperti ini dipertahankan, dimana Sumatera dan Kalimantan sudah kehilangan hutannya, hutan di Sulawesi dan Papua mengalami hal yang sama.
Praktek pembalakan liar dan eksploitasi hutan yang tidak mengindahkan kelestarian mengakibatkan kehancuran sumber daya hutan yang tidak ternilai harganya, kehancuran kehidupan masyarakat, dan kehilangan kayu senilai US$ 5 miliar, diantaranya berupa pendapatan Negara kurang lebih US$ 1,4 miliar setiap tahun. Kerugian tersebut belum menghitung hilangnya nilai keanekaragaman hayati serta jasa-jasa lingkungan yang dapat dihasilkan dari sumber daya hutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar